28 Desember 2008

Padang-Bukittinggi disepanjang jalan...

Siang tanggal 27 Desember 2008, kami bertiga dengan reakan-rekan menuju Bukittinggi, mulai di Lembah Anai kami sudah berhenti dan mengambil beberapa fhoto dengan camera sakudan hasil jepretan kami akan di tampilkan di Blog ini,.












fhoto di lembah Anai

Sepanjang jalan menuju Bukittinggi mana yang sempat di fhoto kami abadaikan...













Pemandangan alam segarnya hijau pepohonan lembah anai, segar mata memandangnya...

kemudian sudut-sudut kota Bukittinggi kami abadikan juga mulai










dari sudut lapangan kantin ini











Sudut Jalan Sudirman










Depan Telkom Bukittinggi










Simpang Kangkuang










jalan ke panorama












Bendi di ateh ngarai..

26 Desember 2008

Renungan Tahun Baru

Hari ini tepat tanggal 26 Desember 2008, dan beberapa hari lagi akan memasuki tahun baru 2009 Masehi.
Hari ini juga merupakan tanggal 27 Zulhijjah 1429 H, dan tepat 2 hari lagi akan memasuki tahun baru Islam tanggal 1 Muharam 1430 H.
Selisih beberapa hari 2 tahun baru akan kita lewati......
Apakah kita akan tetap hura-hura dalam melewati pergantian tahun ini ??
Yang terpenting rasanya apakah tahun ini sudah kita lewati dan sudah sampai dimanakah amal ibadah kita pada tahun yang baru akan kita lewati...
Ada 3 kategori manusia dalam mengarungi kehidupan didunia ini :
Yang pertama adalah orang yang diLAKNAT..apabila : Hari ( tahun ) ini lebih buruk dari hari (tahun) kemaren, baik itu keadaan hidupnya apalagi keimanannya.
laknat disini terbagi lagi atas 3 kategori, yang pertama laknat kecil berupa tegoran, yang kedua laknat sedang dimana semua doa akan dicuekin saja oleh YME, sementara laknat besar adalah kemurkaan ALlah SWT, dimana silih berganti musibah demi musibah yang kita hadapi.
Yang kedua adalah Hari ( tahun) ini sama saja dengan hari ( tahun) kemaren adalah orang yang RUGI...karena tidak ada peningkatan dari amal ibadah dan keimanannya , adalah orang yang sia sia saja dalam hidup tidak ada peningkatan dengan bertambahnya usia kelakuan dan tingkah polah hidupnya sama saja dengan yang dulu-dulu..tidak ada pembelajaran dari kesalahan yang diulang-berulang kali sama saja dengan hari hari yang telah mereka lewati..
Yang ketiga apabila hari ( tahun) ini lebih baik dari hari( tahun ) kemaren adalah orang yang BERUNTUNG.., dimana ada peningkatan kualitas ibadah maupun Imannya serta kualitas taraf hidupnya lebih meningkat dari hari( tahun) yang telah berlalu.. walaupun meningkatnya hanya 1 garis kecil saja sudah ada perbaikan menuju yang lebih baik..
Dalam menyikapi tahun baru ini yang perlu kita lakukan adalah instropeksi diri ,merenung..dan menghitung termasuk katagori manakah kita dalam menyikapi hidup setahun ini apakah kita termasuk orang yang dilaknat, merugi atau sudah termasuk orang yang beruntung.., hanya diri kita sendirilah yang dapat memastikan kategori kita sendiri..
Rasanya kita tidak perlu merayakan pertukaran detik-detik tahun baru dengan menghambur-hamburkan uang merayakan pergantian tahun ini dengan hal hal yang mubazir, akan lebih baik rasanya kita untuk menlakukan instropeksi diri.. dan kalau memang ada anggaran untuk itu akan lebih baik kita perlu untuk membantu sesama, meyantuni anak yatim, memberi makan orang miskin.akan lebih berfaedah dari pada berfoya-foya untuk merayakan tahun baru, dengan mengadakan pesta yang penuh dengan maksiat dan mubazir...

Satu tahun sudah kulewati..
satu tahun pula usiaku bertambah.
Apakah aku termasuk orang yang mana ??
apakah orang yang dilaknat oleh Allah, atau orang yang masih dalam kerugian ?
atau sudahkah aku termasuk orang yang beruntung..
Ya Allah ya Rabbi...
Ampunkanlah segala kesalahan dan dosa dosaku..
jadikanlah tahun depan penuh harapan
Penuh dengan keimanan..
penuh dengan kebahagiaan..
Jangan Engkau masukkan aku dalam kelompok orang yang merugi apatah lagi orang yang Kau laknati..
jadikalah aku orang-orang yang Kau beri nikmat dan keberuntungan..

Selamat tinggal tahun penuh kenangan..
Selamat datang tahun penuh harapan.

22 Desember 2008

Sapi simental



Hari minggu kemaren tanggal 21 Desember 2008, saya dan 2 orang rekan berangkat menuju Bukittinggi, dan di tawari 3 ekor sapi simental untuk di beli dan dipelihara, kami melihat dulu sapi tersebut, di kandang yang terletak di lereng gunung marapi, sekitar 20 menit dari Bukittinggi, kami menuju kesana dengan pemilik yang akan menjual sapi tersebut.
Sapi pertama, induknya sudah mempunyai anak 2 ekor, memiliki badan yang panjang dan tidak begitu tinggi, dengan bulu kemerah-merahan, dan mata yang bulat merah, dikelilingi putih .
Yang kedua adalah anak yang pertama betina juga, memiliki tinggi sama dengan induknya, warna dan mata sama dengan sang induk, masih gadis, sebentar lagi kayaknya sudah minta untuk dikawinkan…
Dan yang kecil lucu masih nenen sama induknya, kepala besar, warna sama dengan sang induk, umur masih sekitar 5 bulanan, betina juga.
Kami jadi membelinya , yang rencananya akan dipelihara oleh Unan, nama sorang anak saya di rumah mertuanya di daerah Ranjau bukittinggi diateh ngarai. Disana tanah yang luas dan subur cocok untu ditanami rumput gajah, sebagai pakan sapi tersebut. Saat ini Unan dan saudara istrinya termasuk mertua laki-lakinya sibuk membuat kandang sapi tersebut, dari bambo tiang-tiangnya dan lantai kami usulkan agar dibuat miring dilantai dengan coran semen,agar kotoran tidak menggenang dilantai kamu buat sebuag lobang di belakang kandang, air seni dan lkotoran sapi akan meluncur memasuki lobang dibelakang tersebut sehingga diusahakan kandang selalu kering dan bersih.
Tanaman rumput diusahakan disekitar kandang sekarang sudah banyak rumput gajah yang tumbuh disana , untuk sementara akan ditanam lagi sekitar kandang Tersebut rumput-rumput gajah yang dimana tanahnya sangat subur untuk tanaman rumput gajah tersebut.

Kampuang nan Jauh dimato..

Loading...

Demi masa