10 Mei 2009

Hilangkan Stress dengan relaktasi zikir

Umumnya orang lebih memilih berolah raga dan mengunjungi tempat rekreasi sebagai cara untuk mencegah terjadinya stress yang berlebihan, kini ada cara lainnya yang patut anda coba, yaitu dengan relaksasi dzikir. Relaksasi dzikir merupakan bentuk sikap pasif atau pasrah dengan menggunakan kata yang diulang-ulang sehingga menimbulkan respon relaksasi yaitu tenang.



Berawal dari fenomena yang terjadi akhirakhir ini khususnya di lingkungan kerja, banyak karyawan yang pemohonan Pensiun dini ( pendi ) –nya ditolak, sehingga menjadi stress. Bahkan ada pegawai yang sudah terlanjur masuk dalam daftar caleg 2009, dan telah mengajukan pendi dengan harapan uang pesangon yang akan diterima dapat membiayai kebutuhan mengganggu kesehatan dan kualitas kehidupan seseorang, juga dapat mengganggu terhadap pencapaian efektivitas dan efi siensi dalam kehidupan secara keseluruhan, yang menyebabkan seseorang menjadi stress.
Untuk mencegah terjadinya stress yang berlebihan sehingga akan mengganggu kenyamanan seseorang, banyak cara yang dapat dilakukan antara lain dengan berolah raga, mengunjungi tempat rekreasi, mengikuti kegiatan spiritual seperti yang dilakukan oleh kalangan tertentu dalam bentuk kegiatan relaksasi. Ada bentuk lain yang sangat menarik diantara berbagai bentuk relaksasi yang sudah ada selama ini yaitu kajian tentang bentuk relaksasi dengan ‘dzikir’. Bila dalam meditasi penelitian tentang meditasi
transendental sudah banyak dilakukan misalnya penelitian mengenai transcendental meditation yang dikembangkan oleh Maharishi Mahes Yogi.
Dalam relaksasi dzikir, respon relaksasi yang digabungkan dengan keyakinan, dimana dengan mengulang kata yang dipilih dapat membangkitkan kondisi relaks.
Metode penggabungan ini lebih efektif bila dibandingkan dengan relaksasi yang tidak melibatkan faktor keyakinan tertentu yang bias menghantarkan kepada relaksasi yang teramat dalam.
Untuk mendapatkan hasil relaksasi yang lebih sempurna sebaiknya kata atau dzikir yang akan digunakan dapat berupa kata yang memiliki makna yang dalam bagi subjek.
Dalam literatur Islam banyak sekali kata yang dapat digunakan untuk dzikir misalnya Yaa Allah, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar, atau menggunakan Asmaul Husna. Arti dizkir sendiri adalah ingat, jadi perbuatan dzikir lebih pada makna dari pada verbalisasinya. Sehingga diharapkan dalam relaksasi dzikir ini dapat membawa subjek pada alam trasendental. Setelah state of mind sudah terbentuk, maka langkah selanjutnya
adalah membangkitkan sikap pasif yang merupakan sikap dalam relaksasi yaitu dengan menimbulkan sikap ikhlas dan pasrah. Pasrah dapat dideskripsikan sebagai sebuah sikap penyerahan total kepada objek trasenden yaitu Allah SWT. Dengan sikap ini apapun yang terjadi dalam diri diterima tanpa reserve, sehingga sangat efektif untuk menimbulkan sikap pasif. Untuk dapat melakukan relaksasi dzikir dengan baik yang akan memberikan efek ketenangan dan terhindar dari beban pikiran akibat stress yang berlebihan, maka relaksasi dzikir dapat dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
1. Ambil posisi nyaman dan rileks, pilih posisi tidur telentang atau duduk.
2. Pejamkan mata dengan pelan tidak perlu dipaksakan sehingga tidak ada ketegangan otot sekitar mata.
3. Lemaskan semua otot. Mulailah dari kaki rasakan jari-jari kaki mulai relaks, kemudian betis, paha dan perut sampai ke ujung rambut.
4. Kemudia pelan-pelan gerakkan bahu beberapa kali sehingga tercapai kondisi yang lebih relaks.
5. Perhatikan pernapasan. Bernapaslah landung (dengan lambat dan wajar), dan ucapkan
dalam hati frase atau kata yang digunakan sebagai contoh anda menggunakan frase ‘Yaa Allah’.
Pada saat mengambil nafas sertai dengan mengucapkan kata Yaa dalam hati, setelah selesai keluarkan nafas dengan mengucapkan Allah dalam hati.
Sambil terus melakukan no 4, lemaskan seluruh tubuh disertai dengan sikap pasrah kepada Allah.
6. Setelah bisa masuk dalam kepasrahan dan ketenangan yang dalam, sebaiknya cepat–cepat
melakukan anchor pribadi supaya jika lain waktu ingin melakukan relaksasi lagi, tidak usah bersusah payah konsentrasi seperti pertamakali mela kukan relaksasi, tapi cukup memicu kembali anchor yang sudah dipasang. Anchor bisa ber macam–macam cara, bisa dengan suara, sentuhan pada anggota badan tertentu (lebih dilakukan pada anggota badan yang jarang disentuh supaya tidak terkontaminasi sentuhan–sentuhan lain yang bukan anchor), atau bisa dengan melakukan anchor pada posisi relaksasi itu sendiri, dengan mengambil posisi tertentu setelah mencapai puncak ketenangan yang dalam, sehingga menciptakan state of mind yang diharapkan.
7. Akhiri dengan dengan ucapan penuh syukur kepada Allah, sambil tersenyum, relaks, santai dan pasrah. Lalu tarik napas yang dalam dari hidung simpan di dada kira-kira tiga detik lalu tekan ke perut tepatnya dua jari bawah pusar dan tahan napas kira–kira tiga detik lalu salurkan napas tersebut ke seluruh anggota tubuh. Intinya relaksasi dzikir menuntut kita agar bisa masuk dalam state of mind kepasrahan kepada Sang Pencipta. Karena begitu kita pasrah, kita akan align sepenuhnya kepada Allah. Sejauh mana kita bisa pasrah dan ikhlas menerima penyakit yang kita alami, sehingga seluruh anggota badan akan menerima rasa pasrah dan ikhlas tersebut hingga kemudian menjadi relaks dan santai dan pada akhirnya dapat menemukan ketenangan pikiran.
Selamat mencoba, semoga bermanfaat.
Umumnya orang lebih memilih berolah raga dan mengunjungi tempat rekreasi sebagai cara untuk mencegah terjadinya stress yang berlebihan, kini ada cara lainnya yang patut anda coba, yaitu dengan relaksasi dzikir. Relaksasi dzikir merupakan bentuk sikap pasif atau pasrah dengan menggunakan kata yang diulang-ulang sehingga menimbulkan respon relaksasi yaitu tenang. selama kampanye. Alhasil pendi ditolak, hutang bertumpuk dan akhirnya masuk rumah sakit karena mengalami stres berat. Sebenarnya stress bisa berawal dari konfl ik yang dialami individu, dan dapat hadir dalam berbagai bentuk, bisa dalam bentuk individu dengan individu, individu dengan kelompok atau kelompok dengan kelompok. Misalnya, seorang atasan berhadapan seorang bawahan, seorang petugas pelayanan berhadapan dengan sekelompok pelanggan, orang tua berhadapan dengan anak, dan sejenisnya. Konfl ik yang terjadi diantara mereka bisa bersifat tertutup, terbuka atau bahkan menjadi konfrontasi. Apabila konfl ik yang terjadi di setiap waktu tidak terkelola dan bersifat destruktif, maka selain dapat Hilangkan
Stress Dengan Relaksasi Dzikir

Ahmad Tahidji, majalah patriot no48/april/tahun xxi/2009

facebook

https://www.facebook.com/b.katiksulaiman