04 Desember 2011

Bukiktinggi Air Lines

Salamaik datang di Bukiktinggi Airlines.

Kapado inyiak, biyai, apak, amak, mamak  jo etek bagai sarato uda jo uni.. panumpang yg disagani.

Kapatabang ko jenis boiang punyo pintu gadang ciek dimuko, ciek dilakang dan duo pintu tagageh disampiang.
Pintu tagageh jan dibukak apolai lo di dongkak.

Tamuek180 urang nan manumpang, 2 urang pilot, dan 5 urang Awak kabin.. Alhamdulillah lai urang sen kasado no

Sabalun tabang, labiah rancak sado incek mato madok kale den untuak ka di tarangan caro mamakai cawek jo benen secara badagok dan santiang.

Kabek arek cawek nan dikurisi sampai babunyi badatiak, sudah tu irik sampai tagok.. jan arek bana tapanca lo kantuik beko.
Dan sandaran kurisi tolong di tagakan.

Kok malang ka tumbuah mahambua sen kapatabang ko ka lauik, nan benen lah kami sadiokan ciek surang dibawah kursi surang surang, jan bacirabuik lo, masuak an benen k lihia kabek tali dbawah no tu hambuih jo perasaan malakik benen cako barangin. kok indak juo barangin irik an pipa ko kalua sampai benen barangin, dan benen otomatis maiduikan lampu sinyal.. jiko lah mahambua k lauik indak juo kambang benen tun, yoo tapaso do'a nan dipabanyak lai srahanlah nasik ka nan Kuaso lai .

Kok udaro kurang biko, ado masker panyaok muncuang mahambua dari loteang  ko beko untuak panambah-nambah angok nan bantuak  no  warna kuniang batali ijan pulo barabuik.

Kapatabang ko bebas dr hape, asok rokok, kok k marokok ancak lah dilapau kudo dimuko SMA 1 Landbow tun ah, lai bisa bautang kopi bagai .

Kok saak ta kanciang kakuih  lai di balakang kami sadiokan, kok dapek katiko kapatabang tanang takanciang tun dari pado biko baerak erak lo aia kanciang tun ka sarawa bagai kan najis tu ndak bisa lo sarawa rayo sanak ko di bao sumbayang lai..

Kapatabang ko di baok dek pilot Kapten Syamsuar Sutan sampono anak rang Canduang jo kopilot nan baru mancubo kapatang Herman Bandaro Kuniang anak nak rang kampeh.

Kalau ado nan kaliru atau nan kurang sanang bacolah karateh panunjuak nan di adok an kurisi masiang2 atau buliah turuik ambo ka lakang. Benen jo karateh panunjuak jan dipindahan apolai lo sampai baciluik, tangkok pak polisi beko..!,masuak kandang situmbin lo bangkai tun di Biaro.

Ateh namo Kapten dan kru nan batugeh kami ucapkan salamaik tabaaang.
Acok-Acok juo lah handaknyo kito basobok..
dari tetangga sebelah : http://www.facebook.com/groups/palanta.cimbuak/

02 November 2011

KONSEP SOFT SWITCH



Softswitch lahir dari pengembangan teknologi jaringan data yang kini telah mendominasi. Pengembangan ini merupakan migrasi dari jaringan PSTN menuju NGN (Next Generation Network) yang berbasis data. Layanan telekomunikasi pada NGN (Next Generation Network) meliputi voice, data, dan multimedia. Pada kenyataannya, bagi industri jasa telekomunikasi bahwa volume trafik data melebihi volume trafik voice, namun layanan voice masih merupakan penyumbang pendapatan terbesar dalam bisnis telekomunikasi. Dengan Demikian pengembangan layanan voice pada jaringan data menjadi aspek penting dalam perkembangan telekomunikasi. Disamping hal-hal diatas, munculnya teknologi Softswitch juga dilatarbelakangi oleh beberapa kelemahan switch konvensional :

a. Tergantung pada satu vendor, karena perangkat yang digunakan bersifat prepritary.
b. Investasi yang sangat tinggi.
c. Adanya fungsi kontrol, fungsi layanan dan fungsi network melekat dalam sirkit switch, sehingga operator sulit melakukan pengembangan dan diversivikasi layanan

Dengan alasan ini, perlu dilakukan pemisahan antara fungsi-fungsi tersebut dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada vendor-vendir tertentu dan pengembangannya menjadi lebih fleksibel. Konsep pemisahan fungsi-fungsi pada elemen jaringan yang berbeda tersebut sangat membutuhkan keberadaan suatu protocol komunikasi yang bersifat terbuka.

Defenisi Softswitch
Pengertian umum Softswitch :
Softswitch merupakan kumpulan dari beberapa perangkat, protokol, dan aplikasi yang memampukan perangkat-perangkat yang lain untuk mengakses telekomunikasi dan/atau layanan internet berbasis jaringan IP
a. Teknologi Softswitch mampu menghubungkan antara internet, jaringan wireless, jaringan kabel dan jaringan telepon tradisional.
b. Jaringan pusat (core network) dapat dicapai menggunakan Softswitch.
c. Softswitch memampukan jaringan telepon untuk berkomunikasi dengan jaringan data/internet dan sebaliknya.

International Softswitch Consorsium (ISC) merupakan suatu badan yang dibentuk oleh berbagai badan yang bergerak dalam bidang teknologi, ITU dan IETF. ISC memaparkan Softswitch sebagai suatu kumpulan teknologi (bukan spesifikasi produk) yang mengacu ke jasa telekomunikasi masa depan yang bersifat open standartds. ISC mengeluarkan suatu Reference Architecture yang berisi Functional Plane untuk mendeskripsikan fungsi end-to-end jaringan VoIP .

Arsitektur dan Bagian Fungsional (Functional Plane) Softswitch ISC Reference Architecture


1. Transport Plane
Transport plane bertanggung jawab untuk pengirirman pesan antar jaringan VoIP. Pesan ini dapat berupa call signalling, call dan media set up atau media. Mekanisme pengiriman pesan-pesan ini berdasarkan semua teknologi yang mampu memenuhi kebutuhan untuk membawa jenis trafik ini. Transport plane juga menyediakan akses untuk pensinyalan dan media ke jaringan luar, atau terminal ke jaringan VoIP. Pada umumnya perangkat dan fungsi transport plane dikendalikan oleh fungsi didalam call control dan signaling plane. Transport plane dibagi menjadi tiga daerah : IP Transport Domain, Interworking Domain, dan Non-IP Access Domain:

IP Transport Domain
IP Transport Domain menyediakan transport backbone dan routing/switching untuk mengangkut paket antar jaringan VoIP. Yang termasuk pada IP transport domain yakni router dan switch. Perangkat-perangkat (router dan switch) menyediakan mekanisme QoS dan aturan untuk pengangkutan.

Interworking Domain
Perangkat Interworking Domain bertanggung jawab untuk perubahan bentuk pensinyalan atau media penerima dari jaringan eksternal ke dalam suatu format yang dapat dikirim ke berbagai entity di dalam jaringan VoIP dan sebaliknya. Interworking Domain terdiri dari perangkat seperti signaling Gateway (gerbang signal yang mengangkut konversi antar lapisan pengangkut yang berbeda), Media Gateway (media konversi antara jaringan transport yang berbeda dan/atau media yang berbeda, dan Interworking Gateway (signal
interworking pada layer transport yang sama tetapi dengan protokol berbeda).

Non-IP Access Domain
Non-IP Access Domain diterapkan terutama untuk terminal non-IP dan jaringan radio tanpa kawat yang mengakses ke jaringan VoIP. Non-IP Access Domain terdiri dari Access Gateway atau gerbang untuk terminal non-IP atau telepon, terminal ISDN Integrated Access Devices ( IADS) untuk jaringan DSL, Kabel modem / Multimedia Terminal Adaptor ( MTAs) untuk jaringan HFC, dan Media Gateway untuk jaringan GSM/3G mobile radio access network (RAN).

2. Call Control & Signaling Plane
Call Control & Signaling Plane mengontrol element utama pada jaringan VoIP, khususnya pada Transport Plane. Perangkat dan fungsi dalam plane ini menyelesaikan kendali panggilan berdasarkan pesan/message yang diterima dari Transport Plane, dan menangani pembangunan dan pemutusan koneksi media antar Jaringan VoIP oleh komponen pengendalian dalam Transport Plane. The Call Control & Signaling Plane terdiri dari perangkat seperti Media Gateway Controller (Call Agent or Call Controller), Gatekeepers and LDAP servers.

3. Service & Application Plane
Service & Application Plane menyediakan kendali, logika dan pengeksekusi satu atau lebih jasa/layanan atau aplikasi di dalam suatu jaringan VoIP. Perangkat-perangkat di dalam control Plane ini mengendalikan jalannya suatu panggilan berdasarkan layanan/jasa pengeksekusi logika. Melalui komunikasi dengan perangkat di dalam Call Control & Signaling Plane. Jasa/Layanan& Aplikasinya terdiri dari perangkat seperti Aplikasi Server dan Feature Server. Jasa/Layanan & Aplikasinya juga mengontrol khususnya komponen-komponen pembawa seperti Media Server, yang melaksanakan fungsi seperti conferencing, IVR, tone processing, dan seterusnya.

4. Management Plane
Manajemen Plane menangani fungsi seperti berlangganan dan ketetapan jasa/layanan, dukungan operasional, penagihan dan tugas manajemen jaringan lainnya. Manajemen Plane dapat saling berhubungan dengan beberapa/semua ketiga plane lainnya melalui standard industri ( seperti: SNMP) atau protocol proprietary dan APIs.

Arsitektur dan Elemen Pembangun Jaringan Softswitch


Jaringan Softswitch dibangun oleh 4 komponen penting, yakni :

1. MGC (Media Gateway Controller)
Gateway Controller merupakan salah satu unit fungsi utama pada softswitch. Gateway controller menangani call processing menggunakan Media gateway dan Signaling gateway. Dalam menangani Call Peocessing, Signaling Gateway berperan untuk membangun dan membubarkan koneksi. Gateway Controller sering disebut Call Agent (karena memiliki fungsi pesan pengontrol panggilan), dan juga disebut Media gateway Controller (karena memiliki fungsi pengontrol media gateway).Terkadang Call Agent disebut juga sebagai Softwitch (karena dikombinasikan dengan media gateway dan signaling gateway sehingga mempresentasikan konfigurasi minimun softswitch). Komponen ini menghubungkan antar komponen dalam jaringan softsiwtch dan juga menghubungkan ke ke jaringan luar yang berbeda protokol, seperti ke jaringan PSTN, SS7 dan jaringan IP.

2. MG (Media Gateway)
MG (Media Gateway) disebut juga AG (Access Gateway) dan TG (Trunk Gateway).

a. Access Gateway (AG), sebagai penghubung ke arah jaringan akses yang berhubungan dengan pengguna.Pada umumnya access gateway yang dikenal adalah perangkat yang berbasis paket (IP) ataupun nonpaket yang selanjutnya diubah menjadi paket untuk dapat dikontrol oleh softswitch.
Gambar 2.3 VoIP Carried over IP

b. Trunk Gateway (TG), dipergunakan untuk menghubungkan jaringan berbasis softswitch kepada jaringan non-paket dan berfungsi sebagai trunking. Di dalam perangkat ini terdapat perubahan dari trafik yang non-paket ke paket ataupun sebaliknya.
Gambar 2.4 VoIP Tandem Switching

3. SG (Signalling Gateway)
Signaling gateway melayani sebagai gateway/gerbang antara jaringan signal SS7 dengan node-node lain pada jaringan IP yang di manage/dikontrol oleh softswitch. Sebuah signaling gateway secara fisik terhubung ke jaringan SS7 dan harus mampu melayani berbagai protocol yang telah distandartkan. Signaling Gateway menyebabkan Softswitch seperti node-node yang ada pada jaringan SS7. Signaling Gateway menangani pengiriman signal SS7, sementara Media Gateway menangani pengiriman voice.

4. MS (Media Server)
Media Server biasanya terpisah dari Feature Server karena aplikasi Media Server melibatkan media processing. Artinya Media Server harus mampu mendukung DSP (digital signal Processing).

5. FS (Feature Server)
Feature Server menyediakan semua feature dan layanan seperti tagihan, multy party conference, dll. Feature Server menggunakan semua sumber dan layanan/jasa yang berkaitan dengan komponen-komponen lain pada softswitch. Dengan adanya Feature Server yang bekerja berbasis jaringan IP maka tidak ada lagi hambatan bagi softswitch untuk membagi dan mengelompokkan komponen aplikasi.

BAHAN :Teaching Pheriperal of Softswitch for Support Interesting Network Silabus)
IT TELKOM

28 Oktober 2011

Pelaku Sejarah Telekomunikasi YBJ6

Adjas Baheram, SH
Tubuhnya tinggi besar dan tegap, melebihi ukuran umum bagi orang Indonesia. Itulah Adjas baheram yang dilahirkan di Bukiktinggi pada tanggal 29 Nopember 1924, ayahnya pensiunan Jawatan Kereta Api yang bernama Tulis Sutan Baheram gelar datuak nan ingek. Setelah tamat HIS 1938 dan MULO 1941 ia tdk melanjutkan sekolah ke jawa, mengingat situasi politik saat itu sedang panas.
Untuk mencari nafkahnya ia mengajar di HIS( Horlan Soekandar Instituut )di padang, pada jaman jepang ia pindah pekerjaan menjadi polisi Udara jepang ( Nanko Keibitai ) dilapangan udara Tabiang ( 1942-1943) Namun mulai 1 Pebruari 1943 ia mulai bekerja di jawatan PTT dan mengikuti Tsusin Gakko ( sekolah PTT/Kursus Radio Telegrafis  Jepang ) di Bukiktinggi.
Sebagai lulusan Tsusin gakko ia mahir mengetok kunci telegram dan ditempatkan di kantor telegraph di Bukiktinggi sebagai operator radio. Dikantornya ia mengalami dan mengamati arus revolui sejak tibanya berita proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia tanggal 17 agustus 1945 di Bukiktinggi yang membawa sejumlah perubahan.
Perubahan terjadi sejak belanda melancarkan agresinya yang pertama,pendatang baru  yg  terdiri dari para pejabat tinggi Sejalan dengan perubahan status kota Bukiktinggi menjadi ibukota propinsi sumatera, menyusul pula para pejabat tinggi baik sipil maupun militer dari jawa.. yang mengungsi dari Padang, sumatera timur dan daerah lain .
Kalau Jogya karta merupakan ibu kota RI , maka Bukiktinggi  makin berkembang sebagai ibukota sumatera yang dilengkapi dengan beberapa komandemen dan aparatur Negara lainnya, sipil dan militer
PTT bukittinggi sendiri sudah lama mengalami perubahan dan kemajuan sejak jaman jepang, instansi ini telah naik tingkat menjadi kantor pusat PTT RI sebagai cabang pusat dari kantor pusat PTT di Bandung ( yang kemudian hijrah ke Jogyakarta ).
Tanggal 19 Desember 1948 Adjas masuk kantor seperti biasa dan tdk mempunyai firasat apapun, regu dinas pagi yang bertugas di kantor Bukiktinggi  sudah siap mengahdapi pesawatnya masing masing, pemancar sdh hidup sebelumnya, hubungan langsung dengan stasiun lawan ( menurut jadwal ) di Sumatera dan Jawa segera diadakan, begitu kontak perhubungan diperoleh dengan stasiun Jogja serta merta Bukiktinggi di suruh “stand by”, menyusul nota yang berbunyi : "Pagi ini, waktu dinihari lapangan terbang Maguwo telah di bom oleh pihak belanda, kita telah berada dalam keadaan perang.beritahu semua kantor, selamat berjuang….”
Kalimat terakhir itu belum sampai selesai , tiba tiba pesawat mustang belanda menyerang Bukiktinggi dengan menjatuhkan bom pertama yang mengenai lapangan terbang Gaduik, komandemen yang terletak di tengah kota, pemancar RRI, pemancar PTT di garegeh dan tarok, perhubungan angkatan darat dekat rumah sakit umum dan akhirnya juga kantor Telegrap. Namun Tuhan masih melindungi mereka beberapa roket yang ditujukan ke kantor telegrap tidak mencapai sasaran dan menjatuhi rumah seorang perwira di sebelah, suasana kota berubah menjadi kacau masing masing mencari perlindungan sedapatnya.namun merekan yang bertugas masih duduk di depan pesawatnya masing masing , mereka masih sempat memberitahu kantor lawan bahwa Bukiktinggi telah di bom Belanda pagi itu dan pemancar Bukiktinggi mungkin tidak akan mengudara menurut jadwal waktu lagi, meskipun demikian stasiun radio yang biasa berhubungan dengan bukittinggi diminta agar tetap mengadakan observasi terhadap pemancar Bukiktinggi.
Hingga jam 10.00 melayani pesawat. Kemudian datang serangan udara  ke dua. Pada saat itulah mereka meninggalkan kantor setelah ada instruksi supaya mereka mencari perlindungan.
Malam harinya beberapa operator mendapat tugas khusus regu teknik di tugasi lebih dahulu untuk mengeluarkan sebuah pemancar dari stasiun radio. Para operator akan segera mengikutinya dengan mobil yang akan mengambil mereka “kemana?” Tanya mereka “ Destination  unknown !” jawaban yang terdengar.mereka tdk sempat berpamitan pada orang tua dengan berkendaraan satu truk dan satu pickup, barisan operator memulai perjalanan untuk perang gerilya, dengan bersenjatakan satu unit pesawat pemancar radio, kemana tujuan dan untuk berapa lama tidak diketahui.
Diatas mobil mereka menerima instruksi apa yang harus dilakukan sedapat mungkin mereka mengikuti perangkat pemerintah yg juga telah siap siap untuk menghadapi segala kemungkinan.
Pada tanggal 30 desember 1948 dini hari mereka tiba di perkebunan  teh  Halaban 45 km dari Bukiktinggi , segera mereka mencari tempat istirahat, siang itu unit stasiun radio disiapkan,sore itu menurut jadwal waktu yang ditentukan, YBJ-6 dapat berhubungan dengan beberapa  kantor lain.
Hari itu mereka dikejutkan dengan kedatangan rombongan PHB komandemen, yang karena tidak membawa peralatan lengkap, ingin menyerahkan pemancar kepada rombongan YBJ -6.
Sementara itu Belanda benar benar meneruskan serbuanya ke Bukiktinggi dan kota lainnya, tentara piet hein ternyaan dengan pesawat amphibi di danau singkarak, terus ke padangpanjang dan dalam tempo 2 hari Bukittinggi  telah diduduki Belanda. Kekuatan persenjataan kita yang dipusatkan di Lembah Anai terkecoh dengan siasat ini.
Hanya 2 hari YBJ-6 bertahan di Halaban, mengingat halaban adalah daerah perkebunan dan kemungkinan akan di kuasai kembali oleh belanda, di putuskan untuk membongkar kembali instalasi  pemancar dan di pindahkan ketempat yang lebih aman, yang jauh ke pedalaman, perjalanan diteruskan ke Lintau 50 Km dari payakumbuh, selanjutnya di lanjutkan dengan berjalan kaki, di Lintau kembali pemancar di pasang kembali, pembagian tugas penjagaan dan segala sesuatu mengenai pelaksanaan operasional diatur. Adjas baheram mengkonsolidasikan perhubungan telegrap dengan  beberapa kantor di sumatera yang tdk teratur lagi . Rombongan YBJ-6 yang resmi terdiri dari 15 orang antara lain terdiri dari  regu teknik 6 orang, regu operasi 4 orang, seksi siaran 2 orang dan pembantu 2 orang. Dalam rombongan ini ada  pula 2 “code officer” dari AURI yang diperbantukan : Omu I Wurjono dan Omu III Murchipto, kedua petugas ini sejak Halaban ikut menggabungkan diiri.
Selama di Halaban rombongan  YBJ6 masih  merasa di kalangan keluarga sendiri, penduduk nagari amat ramah  dan suka member pertolongan  apa saja baik pemondokan maupun makanan, pada hari pertama tidak dirasakan suasana perang , mereka bekerja secara rutin dan menurut jadwal waktu sore dan malam saja., mula mula diadakan pertukaran berita mengenai situasi front dan instruksi pemerintah pusat di sumatera yang sejauh diketahui berada di sebelah selatan Muarolabuah. Disiarkan pula berita  dengan merelay siaran RI yang masih utuh, siaran dari Jawa  dan pemancar radio pemberontakan Bung Tomo, ketika itu dapat disimpulkan bahwa Jogjakarta sudah jatuh, sebagan pemimpin Indonesia telah tertangkap Belanda.Namun demikian panglima besar Soedirman beserta staf dapat meneruskan perjuangan dengan bergerilya di pedalaman. RVD Belanda secara teratur menjalankan propaganda  bahwa pemerintahan Indonesia sudah tidak ada lagi. Karena presiden Soekarno dan  sebagian besar anggota kabinetnya sudah ditawan. Aksi politional sudah berhasil di jalankan dengan baik, keamanan dan ketentraman telah pulih kembali, penghidupan biasa telah berjalan dengan teratur lagi. Republik Indonesia sudah tidak ada lagi.
Namun, tepat pada saatnya , yaitu ketika para anggota pemerintah  pusat RI di Jogjakarta di tawan, berkumandanglah melalui alat komunikasi yang ada di bawah kekuasaan RI di sumatera pada waktu itu ( antara lain melalui pemancar PTTR YBJ6 ), bahwa pemerintah Darurat Republik Indonesia, disingkat PDRI, telah terbentuk di Sumatera, lengkap dengan susunan cabinet dan para mentrinya. Pembentukannya tidak terjadi di istana Negara ,tetapi jauah di pedalaman Sumatera di tengah hutan belantara. Sempat juga pemancar Telegraphi  YBJ6 saat itu di ubah menjadi pemancar untuk menangkal propaganda Belanda.
Pemerintah Darurat RI adalah pemerintah yang syah di Negara Indonesia sendiri, bukan pemerintahan pelarian atau pemerintahan dalam “assyl” .PDRI terbentuk dengan mandate presiden Soekarno dan wakil presiden Moh.Hatta pada tanggal 19 Desember 1948, sebelum masa kedua pemimpin itu di tawan. Pemancar YBJ6 menjadi pemancar resmi PDRI yang menyalurkan segala instruksi dan perintah di samping pekerjaan rutin PTTRI dan tugas kewajiban menembus blockade perhubungan ( termasuk telekomunikasi ) di dalam dan di luar negeri. Pemancar PTTRI ini type Lab.zender berkekuatan 160 watt dan berfrequency 9076 Khz. Diragukan aakah dapat menembus luar negeri khususnya New Delhi India.
Mengingat di New Delhi ada perwakilan Indonesia tempat Dr.Soedarsono, selama percobaan di Bukittinggi pemancar ini tidak pernah dapat berhubungan dengan New Delhi, sementara YBJ6 pindah dari Lintau, karena pertimbangan keamanan . dari sinilah perjuangan yang sebenarnya  dimulai .
Ketika itu Adjas Baheram bertugas sebagai kepala perhubungan yang membawahi beberapa operator radio, antara lain : M.Hosen dan Aladin, mereka harus mobil. Bukan berarti pindah secara mudah. Tim YBJ6 terpaksa menggotong gotong perangkat yang beratnya tidak kurang dari 750 Kg, dan harus berjalan kaki siang malam, arah tidak menentu asal masuk hutan di pedalaman asal jauah dari lalu lintas manusia.
Kota yang terdekat dengan pemancar adalah  Batusangka, dalam keadaan letih tim sampai di tengah padang suatu daerah yang masih termasuk wilayah Lintau-Buo, untung berkat bantuan masyarakat beban pemancar yang ¾ ton itu ( belum termasuk Genset dan alat alat teknik lainnya ) berhasil diangkut dengan selamat, rakyatlah yang jadi malaikat penyelamat dalam perjuangan ini.
Sesampai di lokasi yang dituju pesawat lagsung di pasang, dan dihidupkan , antenna di rentang antara dua pucuk pohon kelapa, pada saat itu stasiun lawan muncul : “Zcw, zok dimana kini “ Tanya stasiun lawan, jawan yang diberikan  tak lain “ biasa di tempat ”. Istilah di tempat itu betul betul unik, tiap instansi , tiap orang, tiap surat yang di bawa kurir berindikasi : “ Tempat, tgl……. “.
Perjuangan mulai serius, jika sebelumnya masih terasa seperti piknik bagi sebagaian anggota yang masih muda, rute perjalanan  kemudian makin di bayangi kesulitan kemungkinan di sergap Belanda. Tidak ada perbekalan  sementara uang URIPS sudah lama habis , meski demikian Adjas Baheram yang merangkap menjadi juru masak harus menyediakan catu makanan untuk 15  orang anggota  dengan takaran setengah batok kelapa nasi setiap orang, sebelumnya beras harus di usahakan dengan berbagai jalan diplomasi, minta bantuan terus menerus pada camat dan wali nagari setempat sudah tidak enak, walau mereka secara aturan harus menyerahkan 10 % dari hasil pungutan yang merupakan iyuran wajib, waktu itu kesempatan baginya untuk mencari makanan adalah pagi hari karena pemancar tidak hidup, mengingat pesawat mustang Belanda patroli terus .
“Iduik Baraka mati baiman”, itulah semboyan hidup yang harus di pakai saat itu, dalam keadaan sulit manusia harus menggukan akal budinya, pandai pandai membawa diri, dengan menyesuaikan diri dengan masyarakat.Akhirnya jerih payah mereka  menghasilkan buah yang di harapkan, berhari hari mereka  bergilir menhimbau di udara dengan ketokan :
To chief of vwx2
Rri ybtl
Pse be kind to abserve our x- mitters ybj6 rpt ybj6 and ybjx rpt ybx quote operating respectively on the wavel of 9075 kc and 8500 kc rpt 8500 kc comma daily on the air at 1700 hours Indian standard time stop hopping to have communication with us fullstop
=chief of ybj6=adjas b
Setelah seminggu tak jemu jemu melakukan zth keying, istilah telegraphnya, pada suatu sore yang cerah tanda morse yang keluar dari pesawat penerima terbaca :
“Ybj6 de vwx2 relay reports ybj6 beard now cma getting faster cma remain callsign”
Adjas Baheram segera menyusun jawabannya.:
=to chief of vwx2 new delhi=
Today 17th January 1949 vwx2 heard comma greatly pleased with your cooperation to have comma with ybj6 daily at 12.30 gmt stop yr brc received fullstop chief of ybj6 = adsb
Betapa gembira mereka saat itu Tuhan telah member karunia begitu besar dalam perjuangan kemerdekaan ini. Hubungan dengan New Delhi yang sebelumnya tak pernah terwujud, tiba tiba muncul panggilan , kontak itu terjadi menjelang “ Asia Conference “ pada tanggal 21 Januari 1949 dengan promotor Pandit Jawaharlal Nehru. Saat itu paling tepat untuk menyalurkan semua revolusi  dan informasi ke luar negeri.
Adjas Baheram tidak peduli bahwa YBJ6 melanggar IFRB iapun mengajukan jadwal waktu begitu saja kepada VWX2 India, tanpa banyak pikir, tetapi kenyataannya bahwa YBJ6 mendapat pelayanan , keberhasilan ini segera di beritahu dengan telegraph kepada PDRI yang menunggu dengan penuh harapan. PDRI ketika itu menghadapi masalah penunjukan dan pengangkatan salah seorang pejabat Indonesia ( Mr Maramis ) yang berada di lake Succes, supaya bertindak penuh sebagai mentri luar negri untuk memperjuangkan Indonesia di forum internasional. Dengan terjalinan hubungan telegraph radio dengan India itu, masalah pelik itu dapat di pecahkan .PDRI segera mengirim telegram pengangkatan Mr.Maramis menjadi menlu melalui Dr.Sudarsono di India tanggal 19 Januari 1949 sebagai berikut :
Zz nr 085 19/1 14:30=
=dr maramis trought dr sudarsono indon representative new delhi= nr 22/pdri date January 19th 1949 stop we herewith inform you that provisional gonernment you are appointed minister of foreign affairs stop in that quality you are fully empowered by our government to represent her in all matters concerring foreign affairs stop we hope are willing to accept this appointment stop further please try to get continually in contack with us and to inform us all important matters full stop chief of the provisional government of the rep if indon dr.s.prawiranegara
Disamping telegram itu juga PDRI mengirim juga nota politik berisi sikap Indonesia pada forum “Asia Conference” pertama.
Telegram itu mencapai sasaran Mr.Maramis yang diangkatmenjadi menlu RI pada tanggal 25 Januari 1949 berbicara di corong all India Radio kepada rakyat Indonesia , dan menyampaikan terima kasih kepada  PM Pandit jawahalral Nehru kepada PDRI atas sambutan berupa nota politik pada konfrensi  Asia.
Adjas Baheram sebagai kepala perhubungan dalam unit stasiun radio YBJ6 telah berhasil memberi andil dalam perjuangan mempertahankan  kemerdekaan  bangsa Indonesia  di hutan Sumatera Tengah, untuk menghargai jasanya  serta pengembangan kemampuannya, pada tahun 1950 ia di pindahkan ke kantor pusat PTT Bandung, di tempatkan di bagian Kepegawaian / A, setelah menempuh ujian masuk tertulis dan lisan ia mendapat kesempatan untuk mengikuti kursus pengawas PTT, setelah lulus tahun 1953 ia ditempatkan di kantor sentral telegraph Bandung, 10 tahun kemudian ia ditarik ke kantor pusat PTT menjadi kepala Cgrap II.
Adjas Baheram tidak hanya pandai menjabarkan kode morse radio, baik yg tertulis maupun yg terdengar menjadi berita untuk informasi dan komunikasi, tanganya juga pandai menulis anggun dan mengetik, kalau menerima signal radio mampu pula bertugas selaku sekretaris  dan redaktur.antar tahun 1965 dan 1966 ia menjadi sekretaris Direktur Operasi Telekomunikasi.
Sumber tulisan: disadur dari Tokoh tokoh sejarah perjuangan dan pembangunan pos dan Telekomunkasi di Indonesia,departemen Pariwisata,Pos dan Telekomunikasi Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi, 1985.

27 Oktober 2011

RONGGENG TALAMAU YANG MEMUKAU



Pasa kajai bapaga tembok
Tarantak kawek tigo halai
Manangih kasau dengan atok
Mananga kabek ka diungkai

Berbicara soal kebudayaan tradisional, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, ternyata punya kesenian khas. Namanya ronggiang (ronggeng). Tapi maaf dulu, jangan pernah membayangkan ronggeng di Talamau itu, sama pula dengan ronggeng yang ada di Jawa.
Di Talamau, ronggeng mengapresiasi karya sastra yang luar biasa. Berbalas pantun yang tidak bisa dikonsep terlebih dahulu, menjadi ciri khasnya. Aktifitas ini, dilakukan oleh dua atau empat penari. Musik pengiringnya hanya dua gendang ditambah satu biola. Petikan pantun di atas, adalah satu karya sastra yang terapresiasi lewat ronggeng tersebut.
Sekali pagelaran, biasanya memakan waktu semalam suntuk, para penari mempertontonkan sedikitnya 44 topik lagu berbentuk pantun, yang diiringi dengan beragam tarian, sesuai dengan tema yang tengah dipantunkan.
Menurut Walinagari Kajai Mursal Syabirin dan Walinagari Talu Hj. Ernawati yang dihubungi secara terpisah, grup-grup ronggeng itu tersebar di semua kampung. Di Kajai dan Talau, jumlah mereka tidak kurang dari 30. Mereka siap melakukan pagelaran kapanpun dibutuhkan.
"Ronggeng itu digelar hingga menjelang subuh. Biasanya, digelar pada acara pesta perkawinan dan kegiatan kepemudaan. Setiap kampung di punya dua atau beberapa grup ronggeng. Bila tampil di kampung sendiri, mereka tidak perlu dibayar," terang Mursal.
Tapi, katanya, bila mereka diundang untuk tampil di kampung atau nagari lain, jelas ada tarif-tarif tertentu yang harus dibayar oleh pengundang. Harganya bervariasi, paling tinggi Rp600 ribu.
Adakah dampak kehadiran orgen tunggal terhadap ronggeng? Menurut Mursal tidak. Khusus untuk Nagari Kajai, pertunjukan orgen tidak dibenarkan malam hari. Itu sudah diatur dengan peraturan nagari. Tapi untuk ronggeng, pemerintah nagari mengizinkannya hingga pagi, sebab tidak pernah memicu terjadinya keributan. "Ronggeng itu menyiram jiwa, menambah pengetahuan dan menasehati penonton lewat pengalaman-pengalaman yang disampaikan dalam dendangan pantun," katanya.
Lantas, adakah beda antara ronggeng yang ada di Talu dengan Kajai? Menurut Hj. Ernawati, ada dua perbedaan yang mencolok dari kesenian khas dua nagari bertetangga itu. Bila ronggeng Kajai berkolaborasi debus, maka ronggeng Talu tidak, di sini murni menonjolkan pantun yang didendangkan dan gerak tarian. Bila ronggeng kajai, ada salah seorang penari dalam sekali penampilan yang berpakaian wanita, maka di ronggeng Talu yang tampil itu benar-benar wanita.
"Penari ronggeng itu kan laki-laki semua, tapi kalau di Talu, ada yang wanitanya. Jangan berpikiran negatif dulu, wanita yang ikut tampil itu adalah wanita yang sudah bersuami, bukan anak gadis. Dia tampil atas permintaan penonton karena yang bersangkutan dikenal lihai berpantun dan seizin suami yang ikut menonton," terang Ernawati, satu-satunya walinagari perempuan di Pasaman dan Pasaman Barat.
Kendati grup ronggeng Talu juga menampilkan debus, seperti yang dikolaborasi grup ronggeng Kajai, tapi atraksinya ditampilkan secara terpisah.
Sayangnya, kesenian kesenian khas Talamau yang sudah dikenal luas di Medan dan Malaysia itu, terutama lewat rekaman kaset dan vcd, belum mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dari Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat. "Ronggeng tumbuh alami di tengah masyarakat, pembinaan mendalam dari instansi pemerintah terkait, belum terasa benar," terang Ernawati.
Budaya masyarakat
Menurut salah seorang cadiak pandai, Dirmansyah, Kajai, Talu dan Sinuruik masih kental menganut adat Minangkabau. Salah satu aplikasi budaya itu terlihat pada upacara-upacara perkawinan. Talu memiliki budaya maminang (melamar) atau masyarakat setempat menyebutnya bakiangan.
Tradisinya berbeda dengan daerah lain di Provinsi Sumbar. Maminang dilakukan oleh pihak keluarga laki-laki, bukan wanita dengan menganut aliran Datuk Katamangungan. Maninang dengan mengunakan pinang baukia dalam bentuk cincin sebagai tanda. Cincin tersebut tidak mutlak harus emas, dan menunjukkan besar atau kecilnya alek (perhelatan) yang bakal dilakukan.
Tanda tersebut ada dua jenis, tanda bajujuang (diletakkan di atas kepala) dan bakapik atau badukuang (digendong). Bajujuang tersebut mempunyai sebutan ayam putiah tabang siang ko kukuaknyo badarai-darai. Menandakan, pesta perkawinannya bakal besar diadakan. Sedangkan, bakapik atau badukuang menandakan perhelatan itu kecil.
Pada setiap perhelatan selalu ada carano yang berisi pinang, sirih, gambia, tembakau, sadah. Dalam sistem pemerintah adat, pucuk pimpinan adat dipegang oleh Angku Basa. Angku Basa ini dibantu oleh Sandaran Rajo (tempat meminta pendapat), Majo Indah (menentukan salah atau betulnya pendapat tersebut), Bandaro (juru bicara angku basa), dan Majo Sudeo (kepala yang membidangi kebutuhan istana).
Ninik Mamak atau Andiko diberi hak otonom untuk menentukan daerah masing-masing, yang saat ini terdapat 25 orang. Artinya, otonomi daerah Talu telah sejak lama dilaksanakan, jauh sebelum diterapkan oleh pemerintah sekarang. Andiko itu dipilih oleh Mamak Tuo selaku penentu pantas atau tidaknya atau lebih dikenal dengan istilah soko balega, cahayo batimbang.
Ditambahkan, saat ini pembangunan Rumah Gadang di daerah Talu masih terkendala. Pembagunan telah menghabiskan dana sekitar 60 juta tersebut. Yang selesai baru pondasi bangunan, dan masih menunggu dana untuk penyelesaian meskipun belum jelas dari mana sumbernya.
Sementara itu, di daerah Sinuruik, Induak Nan Barampek, Amril Saindo Mangkuto menyebutkan, pucuk pimpinan adat adalah Tuanku Nan Sati. Lalu mempunyai bawahan yang bernama Induak Barampek yang terdiri dari Majo Sadio, Gapo Alam, Sinaro Nan Panjang, Saindo Mangkuto. Keempat bawahan tersebut bertugas selaku hakim adat, sedangkan hakim bidang agama Imam Kayo, Tamalin Rajo, Bilal Rajo dan Khatib Rajo.oJE Syawaldi CH/Musriadi Musanif
disalin dari :http://musriadi.multiply.com/journal/item/30

25 Juni 2011

kamus orang Baso ( sementara )

BASO-INDONESIA
A
a, apo, kua = apa
abeh = tau,kenal
Aden,den,ambo,awak = aku, saya
agau = kamu ( lperempuan)
aia = air
alang alang = layang layang, rumput hilalang
aleh meja = taplak meja
alu = alu, antan
ambek = tunggu,halang
ampia = dekat
ampu  = ibu jari
amuah = mau
ang, waang,awang = kamu ( laki laki)
anggan = enggan
angguak = angguk
ano = dia
antan = kakek
anjalai = sejenis buah dari perdu anjalai berbentuk bulat lonjong  seperti tasbih
ansua = cicil, geser
apak,abak = ayah
arik = gergaji
aruang = arung, pasang tali pada kepala anak sapi atai kerbau
ato = milik,punya
ato den = punyaku
ato gau = punyamu
atua = menusuk sesuatu , rapikan

B
bacaran = berkelalhi ibu ibu
bada = ikan
badia badia batuang = meriam bambu
badoja = berkelahi
bagaduru = berkumpul pada satu titik
bagalemak peak = bergelimang kotoran
bagalintin = kental
bagolak  = perang
bagulimang = bergelimang
bagaluik  = bercanda
taguluik = tergesa gesa
bakalalaran =tidak tau ujung pangkalnya
balai = pasar
balubaji  = nakal
banda = selokan, saluran air
bangih = marah
bangkeh,  = tua
bantiang  = sapi
bapenda = bermain (karet, kelereng, bungkus rokok) sejenis judi bagi anak anak
barageh,  = bercukur rambut
barasiah = bersih
barasian  = mimpi
basalemak peak  = bergelimang kotoran
basaleperan = berserakan
basarapihan = berserpihan
basijogek = berjoget
basitungkin = sungguh, rajin
batangkalalaso   = bunglon
baturo turo  = ngomel
Bereang-bereang = baskom
biayai, amak = ibu
bini = istri
bilai = sambung
boderek   = bodrek ( nama obat sakit kepala)
bokok, taba = tebal
botok = pendek gemuk
buai = ayunan
bubua samba = lontong sayur
buntiang = mengandung , hamil
buncik = buncit
buni = bunyi
bunduang = bundung
bungin = pasir halus  ( pasir halus yang terbawa oleh air , akhirnya mengendap di sara sungai yang tenang)
bukua = cukur

C
cabiak = robek
cacak kubin  = cecak terbang
cacau = tidak sabar
cacah = sebentar
cadiak = cerdik
cama = rakus
cameh = cemas
camiah = hampir
campin = sigap
caringik = berkerut keningnya
cayah  = remeh
ceda = selendang
ceno = tanda
cikpingkauan = ribut seperti anak ayam kehilangan induk
cimporong, simporong = semprong lampu
cingkariak = jangkrik
cingkunek = knop
cipia = piring
cilabia = cibir
cime'eh = comooh
cubadak   = nangka
ceno = tanda
cemo = cacat

D
dangkuang = pukul dari belakang
danguak = pukul dari belakang tanpa setahu
dario  = radio
daroang daroang = bunyi bakiak
dasun = bawang putih
dek kuro = demam menggigil
deta = destar
dorom = drom

E
ebek  = iri, cemburu
egek = gigil
enyeh enyeh = ngomel terus menerus
eran =heran
engak = bodoh
enek = nenek
empa = tidak lurus
embe = ember
ele = bodoh



F

G
gaca = basah
gacuik-gacuit = penyemprot air
gadubang = tas anyaman pandan
gaek = tua
galagak = mendidih
galeme = minyak pada hewan, daging yang banyak lemaknya, canda
galembong = lapang, gombrong, celana untuk bersilat
Galia = curang
galiang = takut
galiang galiang asam = takut
galuik = canda, bunga silat
gambuang = gembung
gandoroang  = gondrong
gandorok  = rok
gapuak = gemuk
garah = canda
garigiak = perian
garinyik = udara naik ke atas permukaan air kolam
garih = garis
garondoang  = bawa dengan kain saruang
garudan = parutan
garundang = kecebong, anak katak
garugah pugah  = heboh
garumbuak = tanah yang naiakke permukaan di sebabkan ada binatang di dalamnya
gauang = lobang yang besar
gauik gapai = menggaut karena gatal
geleang = geleng
ginyang = manja
giriak = lobang yang kecil
guguak  = tanah yang ke tinggian
gurabak  = gerobak
gurabak demo  = gerobak roda 3

H
hao  = asa, harapan

I
i = si ( i-bujang ) = si buyung
ilia = hilir
indak bakaruncingan  = tidak jelas jelas
indak katuan = tidak perlu
indak sandereh = kelakuan yang tidak baik
ingua = ingus
injah = injak
inyiak antan = kakek
inyiak uci = nenek
iriak ( maiiriak) = merontokkan padi dari tangkainya dengan kaki
itun = itu
indak katuan =tiada guna

J
jadih = iya saya laksanakan
jaik = jahit
jangkang  = mati ( kasar )
jano = katanya
jarang = tembus pandang, tarok di atas tungku
jangai =
jakun = jakun
jamua = jemur
jamba = makanan

jik = untuk
jik ang = untuk mu (laki laki )
jik den = untuk ku
jik gau = untuk mu ( perempuan )
jimek  = habis
jinih = bersih, jenis
jungua = kemuka ( pada layang layang)
jolong=sulung

K
kacin,ketek,kaciak = kecil
kacobeh = kebiasaan
kada = borok
kadu = enak
kagilan gilanan = suka bercanda
kain saok = selimut
kajai  = karet
Kajai papuih, = karet penghapus
kalakuan = perangai
kalam = gelap
kaleden = padaku
kalegau = padamu
kaleh = pada
kalikih = pepaya
kalilawa = kelelawar
kalimosen. = sejenis muah murbai
kalimpasiangan =
kaluan = tali pada idung sapi, atau kerbau
kalumpuang, rutiang  =  ikan gabus
kambiakalahan = pantangan
kambuik,kampia = tas dari anyaman mensiro
kamek = enak
kandua = kendor
kanti = kawan
kanyiak,  kaniak = kesini
kapelo  = ubi
kapik = kempit
kapindiang = kutu busuk
kapuak = lumbung padi
Kapunduang = kepundung ( buah buahan )
kapulun = kotor
Karamuan = Sama kuat,tidak ada yang kalah atau menang
karibik = karbit
karisiak = daun pisang yang sudah kering
karuik = kerut
katamonjehan = kelakuan yang dibuat buat
katapen = ketapel
katidiang   = bakul
kayu gadih  = beringin yg tdk punya akar gantung
kedoang = kedong
keen = kesitu
kiambang = kiambang
kicok = coba
kimpuih = gembos, kempot
kingkaruang = kain sarung
kinyak = pegang
kinsaok = selimut
kiyoh = kok iya
kiun = kesana
kodek = kain panjang yang dipakai wanita dengan kebaya
kolok = buah induk biasanya buat perainan anak anak,seperti main karet,main kelereng
kocoang = bungkus
kua = apa
kua juo lih,  = apa juga lagi
kua kiyoh = apa kok iya
kuciang = kucing
kucindan = humor, pergaulan
kulereang = kelereng
kumbuak,cerek   = ceret
kundua = labu
kunik = kinyit
kuniang = kuning
kupiah = kopiah
kupuak = kerupuk
kurok = kurap
kutangin   = sepeda
kuyuik = basah kuyup
kataguran = sakit demam panas

L
labuah = jalan
lambuang = lambung ( perut ), naik keatas
ladiang = golok
laki = suami
lakuak = lekuk
lalu lalang = lalu lintas
lampo colok = lampu teplok
lampang = tampar
lancirik = anus
landik  = tabrak
langek = tahi
lanyah, = becek
lanyang = asyik
lanyau = hancurkan dengan kaki
lapia = pukul dengan benda tipis
lapiak = tikar
lapoh, lapak, lambuik ,lakak = pukul
lasuah = lancar
lasuang  = lesung
layah = ceper, pipih
lasak = tidak mau diam tangannya.
lesek = usil
liau = beliau
lincia = licin
linteh = lintas
luji = jam tangan

M
ma aden = menepuk dada , takabur
maco kukai = ikan asin
mada = bandel
maelo = menarik dengan tangan
maleo = kendor
mak lah !  = mau kan !
mambulancik = melotot
mamburansang = marah
manampin = menampung
mancacak = mencopet
mancagun,manjanguah =melihat di jendela

mancimaiah = cemeeh
mancingayiah,maningayuak = mendongak kepala
mancipia = menampung
mancumpin,mancuru = mancret
mandaceh =mengungkapkan kekecewaan dengan suara cis..
mangalasao = perbuatan tanpa tujuan
mangaleso = berputar di temapt yang sempit
manganuah = separo masak, melimpah
mangarutok = ngomel
mangarutu =ngomel

manguiang = memakan dengan gigi
mangurapai =menggaut
mangocoang=makan pagi saketek jo nasi dingin
manih = manis
mansiro, mansiang  = rumput untuk anyaman
manumbin = menimpuk
manyarok = membuat sampah
manyarumbek  = menghalangi
manyingkurok =mengesalkan
mboh = kemarikan
mudiak = hulu sungai
mularaik = melarat, sengsara
mupakaik = mufakat
mariangik = malu
melah, mulah = ayo

N
ndak sandereh  = tidak baek
nanti =tunggu
nah = mari
nyiak = kakek
niniak = kakek/nenek
nan = yang
naiak = naik
nin = itu


O
ota = bual
oto= mobil
opor = kasihkan,oper
osong = angkut
orong = gagal
ompoang =tidak bergigi

P
pakak arang  = bandel
pakak = tuli, bodoh
pakan  = pasar
pancin = panci
pancuran = pencuran air
pangaliah = mengambil napas, istirahat dalam bertarung ( ayam jago )
pangka turiak = telinga
pangkua = cangkul
pangua  = kukuran, tipu
panpan = ke belakang ( pada layang layang )
pantak  = di sengat binatang berbisa
pantau  = ikan kecil kecil biasanya di sawah
papeh = pancing, kail
parak = kebun
parian = perian
Paruah = paruh
Pasai = bosan
pentaih = pentas
piapuang  = apung apung untuk mancing
pik ( pik bara wak main kajai madi ) = sejumlah taruhan
picak = layah
piciak = cubit
pilo  = kapan
pinggan  = piring
pintu kaporo = gapura
piuah = pilin
pituluik = pensil
pisak =pisak
puro = tempat uang logam
pusuang = suluh
puun = pangkal

q

R
Radai = Rede = Hiasan
rageh = cukur rambut
rajuik  = rajut
rayo = hari besar, gadang
raok = tutup dengan badan
rimah = rimah
ruok = busa
rauik = raut
randam = rendam
ramuak = remuk, hancur
rambah = pukul
ramaeh = ramas
rameh = remas
rantiang = ranting
rutiang = ruting, ikan gabus


S
sabik = sabit
sabuak  = kopi
sajagek = bandel
saka = gula merah
sakatiak  = sedikit
salasai = sudah, nyaman
salaso = sejuta
salero barih = iler
sambang  = bungkus
samek  = peniti
sampalah, sampureh = ampas kelapa, sisa yang akan di buang
sampulu = tidak rata  sehabis di pukuk sama palu
samiang= saja
sandereh = selesai
sanga = sangar
sangai = sumur
santo = tembakau
sapo = sapa, tegur
sapik = jepit
saluak = seluk , topi kebesaran datuak
sarabeta = saputangan
sarengeh = jahat,jahil
satarongkeng  = petromak
sayak  = tempurung kelapa
semba  = kapan, sambar
semok = bahenol
sen = saja
sepai = sapu
siak  =  alim ( anak siak=murid madrasah )
silosoh = meluncur
simin   = semen
Singguluang = senggulung
sirah = merah
sisunguik = kumis
songoh  = bertemu
subao   = percuma
sugi = susur tembakau
sukuang = bantal
sumpik = karung
sumua = sumur
sungai = sumur ( beda dengan batang air )
sungia = terjatuh muka duluan
sungkah = makan ( kasar)
sungkuik, tutuik = tutup
sungok, idu  = cium

T
tabuang = tercampak, tabung
tacopong =kecele
taek , taiak,ambiak = ambil
tagaloco = kedodoran
tagang = tegang
tagarumbam =
tagok = kuat
tagua = tegur
tagurajai = tergurajai
taih = tas
tajala =
tajilapak, = jatuh terpeleset
tajulua = berlebih
tak ( tak bara kini goh ) = lihat pik
takengkeng = terkengkeng
takuak  = menyebar , pembagi air di irigasi
takulayak = robek besar
takuyuah = terkencing di kasur
talandik = tertabrak
taleco = sempat
talindih = tertabrak dengan roda
talutuak  = tangkai daun pisang
tampian  = nyiru
tampuruang... = tempurung kelapa
tan, uda, uwan, tuan = kakak laki laki
tandeh,  = habis
tanggiang = tonggos
tanik = berputar kencang
tanjik,cuek = sepak, terjang
tantu. = tahu
taraju = tali pada layang layang
taranak = ternak
tarang = terang
tarapilek , triplek = triplek
taro = sementara
taromos  = termos
taroroh. = tertumpah
tarumpik = motor pit
Tasakang = tersangkut
taserak = bertebaran
tasialia,  = tergelincir
tasiaya  = terpeleset
tasunggiang = kelihatan yang biasanya tertutup
tangek = tersumbat, mati
tangkelek = bakiak, terompa kayu
tatagun = tertegun
tatilantang = telentang
tatungkuik = tertelungkup
temek   = tekek di kening
tengak,ele = bodoh
tenok   = bidik
tipih  = tipis
tilakuang = mukena
tuduang = payuang
tuduang  saji = tudung saji
tumo = tumatumpia ( pisang  babuah nan di tumpia)=topang
tunggang = curam
tungkek = tongkat
tunjuak = ajar, telunjuk
tumik=tumit
tukuak = tambah
toh = ayo


U
ujuang = ujung
umaek = umat
umbuak = bujuk
umbuik = daun muda
unggeh  = burung
uni, kak = kakak perempuan
urak = bukak
ungkai = bukak
upah = gaji
upek = sesali
uleh = sambung
upeh = racun
upiah = kelopak arai punang
usua = usul

01 April 2011

Raun Paniang ka 13 kabupaten kota

“Paa..! antaan wak ciek pai ka ngalau laguang di sijunjuang..!, wak pai survey ka ngalau tu mancaliak kalilawa di sinan”..rengek si suluang,
makono jadilah kami barangkek hari satu tanggal 12 Maret kapatang, mulo start pukua 07: lewaik sangenek, dari pasie jambak Kota Padang walau dipinggia no hehehe ( papiko ),taruih maluncua manjapuik kanti si sulung di by pass simpang kampus unand, taruih manjala ka ateh lewat Pasa baru, taruih ka pasa Banda buek ( indak bandar buat doh ), mandaki ka indaruang, babelok belok di sitinjau lauik, alhamdulilah pajalan lai lancar sajo mandaki panorama satu sampai ka lubuak sulasiah, heheh lah dua dati II nan di lalui Kota Padang jo kabupaten Solok.Mulo masuak Kota Solok, babelok ka suok maluncuak ka Silungkang tantu malalui Saok laweh ( heheh indak Saok lawas doh ), di pasa Silungkang baranti cacah mangodak suduik pasa heheh lah taun 2011 lo kini nan pasa Silungkang takah tu juo baru heheh sajak dulu wak acok bulak baliak ka jawa lawaik jalan darek antah ka pilo barubahno .
“bali sapu bali sapu ijuak nan ketek” kecek amai paja,
“pai lah..!” jano wak kale no, heheh ma lo ado di pasa tun karano hari indak balai doh ..
dek sapu ndak basuo di sinan taruih liak maluncua ka arah jakarta hehehe ( jauah bana pangana mah ) dek lamo lambek di jalan tibolah di Muaro kalaban, langsuang ambiak ka kida manuju Sawahlunto ( heheh pada hal tujuan kan ka Sijunjuang tu ), masuak kota Sawah lunto sambia manikmati keindahan alam di sapanjang jalan, ndeh yo taraso bana ancak no ranah bundo ko mah...lah jauah juo bajalan manuju arah ka Talawi, heheh baru takana ka sijunjuang kama lalu yo ? hehehehe tulah kalau ndak batanyo sok tau mako sasuai jo pameo "malu batanyo jalan jalan, tanyo mulu malu maluin.." .
Akhia no baliak liak ka Muaro kalaban, langsuang cigin belok kida , maluncua ka Muaro bodi, belok kida liak di simpang nan ado tugu patuang unggeh antah unggeh apo tu ndak bacaliak bana doh takahno unggeh garudo. mancaliak pamandangan suok kida di sapanjang jalan manuju ka sijunjuang ko mato ndak panek mamandang tapi nan di cari ndak kunjuang basuo maa no “si lansek manih” tu ? heheh kan sijunjuang langsek no manih kecek elly kasim, heheh takahno sadang indak musim lansek kini mah...
Dek lambek lamo di jalan nan baaspal lumayan licin, hanyo ado sabagian ketek jalan nan tapaso si “lupak” ko bapapah masuak lubang bia indak tadayuak pinggang no ..rato rato jalan muluuuuussssssss..lus..luss ( shalut untuak dinas PU di kabupaten sawah lunto jo sijunjuang ).
Dek lamo lambek di jalan paruik lah taraso lapa lo heheh si lupak ko mambelok sae ka kida di tapi jalan baranti di muko lapau nasi makan wak lai…ndak ado nan dapek di caritoan tantang makan di siko doh biaso biaso sae nyeh…nan pantiang paruik lapa lah kanyang, kupi jalang lo sagaleh heheh, die lo silupak ko baliak, manuju tujuan ngalau laguang, ndak bara jauah dari tampaik makan cako belok kida jalan agak ketek ( kalau basalisiah si lupak jo Toyota dina tapaso mainda ka tapi lambek lambek ), jalan baliku liku manurun mananjak panjang masuak ka tangah rimbo rayo sijunjuang.untuak silupak lah diagiah minum kanyang kanyang di padang cako pagi , ndak basobok jo pom bensin doh di jalan hehehe.
Akhiano tibo juo di kanagarian aia angek, joroang apo namo no lupo lo wak hahah nan dicari lah basuo nan di jalang alah sampai, baranti di tapi Ngalau Laguang, pas di tapi jalan jadi ndak paralu bajalan kaki naiak bukik turun lurah doh heheh, adolo rumah urang di dakek “tampaik wisata” tu.
Baa kok ambo agiah tando kutip “..” di tampaik wisata tu , hehe iyo sabana no lokasi ngalau ko cukuik rancak dan dakek dari jalan raya, jadi kandaraan bisa  parkir di palataran ngalau ko, ado pulo sumber aia janiah,, sabana janiah bana koah…tampak no dari dalam ngalau mangalir ka lua di tampuang dek sebuah banda dan alah di agiah tembok panampuangan aia bantuakno saroman jo tabek, tapi sayang aia maluncua sajo ka bawah karano pamatang tabek tu lah indak batutuik lai jadi kolam nan di bangun indak baraia hanyo sabagai banda sajo fungsino lai, sayang sangaik di sayangkan biaya nan alah di kaluakan untuak mambangun kolam alias tabek tu percuma sajo ndak ado manfaatnyo.
Masuak ka dalam ngalau hehehh sabana kalam padohal listrik lah di alirkan ka dalam ngalau tun terbukti ado kawek tarantang 3 sapilin, batunggak jo basi tiang sambilan.. tapi sayang di dalam ngalau iyo sabona bakolam bakapincik,..!! dek lampu indak iduik wak cubo manyigi eh baa kecek lampu ka iduik bola neon nan di pasang di petting tingga petting no sajo lai heheh indak ba bola doh ….!
Sampai di siko alah 5 dati II nan di tampuah yaitu kota Padang, kab solok, kota solok, kab sijunjuang, kota sawah lunto.
“Kama arah lai gie ?”
“Ka ngalau indah lai pa ka pikumbuah” jano si sulung..
OK silupak siap maluncua ka pikumbuah, kalau baliak ka solok tantu sangaik jauah ndak mungkin sampai di pikumbuah sabalun magrib…. Heheh takana dulu ado jalan nan malewati stangkai taruih ka batu sangka atau ka pikumbuah juo… heheh ambiak jalan ka stangkai….di caliak kilo meter batusangka 39 Km, pikumbuah 70 Km…
“heheh dakek mah lewaik kaniak” jano urang rumah heheh…
Maluncualah si lupak manuju stangkai, bajalan saumua iduik baru sakali iko manampuah jalan nan iko hehe, saketek jalan sadang di pelokan dek PU bakabuik eh badebu..rato rato jalan rancak juo…lapeh dari sijunjuang, masuak ka lintau buo…ndeh sawah balenggek lenggek manguniang lo tu…tapi ado lo nan masih ijau, padi baru ka tabik…mangkatutuih lari si lupak malalaui jalan licin walau ketek, ndak taraso latiah MK karano di uruik di urang rumah di sampiang kida.. ( weak..! )
Dek lamo lambek di jalan ka sangka jadi no lalu..lah sore sampai di Batusangka, pangana ka mancari aia kawa kopi daun heheh taruih maluncua ka tabek patah salimpauang,,,ndeh ari lah mulo ujan sangik…si lupak lah mulo lo auaih nak minum… di cari pertamina nan basobok pertamini sajo noh…ah bikolah di pikumbuah sen di agiah minum jano ati wak…sampai di piladang, belok langsuang ka suok, manuju pikumbuah, ha…! Ado pom bensin di sabalah suok jalan.. langsuang mancucuak ka pomba bensin tun heheh ado tulisan “ PREMIUM HABIS..! “ ala mak..!, pangaruah Libiya bagolak kah ini ? ( pado hal kecek berita di radio, distribusi BBM untuk sumbar aman, stock BBM di taluak kabuang aman untuak bulan iko kecek boss pertamina di radio RRI padang bebarapa waktu nan liwaik..)
Di caliak isi tangki tingga sagarih lai, kok ngalau nan ka di daki ..heheh akhiano baminunan sen si lupak di pertamini , lai indak bacampua ko pak binsin ko jano wak , aman pak asli ko mah ndak bacampua saketek alah juo doh tapi haragono anam ribu pak , jodih molah pak isianlah agak sagaregen ka dalam.. ( heheh mukasuik no 10 liter ) cukuik untuak mandaki ngalau jo sampai ka baso biko heheh.hanyo kekhawatiran nan indak baalasan sajo nyoh..10 liter tu kan kalau 1: 9 sen minum si lupak lah 90 Km mah hahah lah sampai di padang liak tu hehehe… dasar khawatir sen.
Akhia no mamanjek juo ka ngalau indah pikumbuah, disambuaik dek ujan labek diateh…pamandangan nan indah suok kida indak taparatian laid oh, lah mamapah silupak dek licin takuik silupak taguliciak heheh sampai di bawah langsuang jadi cik ayam..!. sakali duo tacaliak juo ka tapi jalan Nampak nak mudo baduo duo bataduah di dangau dangau nan di buek pemda untuak mamandang ka bawah.. dek ujan mah makono paja tu bataduah di siko padia ce lah…sampai di ateh tampaik parker ndak bara baisi jo oto atau pun onda ( mukasuik no sepeda motor ), si sulung jo kanti no lah naiak ka ateh masuak ngalau mancaliak sample kalilawa, nan apak jo amak no manunggu sen di kadai sambia minum kopi jalang sagaleh…
Sambia manontin tipie.. di lapau tun Nampak lo kajadian gampo jo tsunami di Japang…ndeh sabana mangarikan ombak tsunami ko mah… pado hal Japang adolah Negara nan alah siap mangadoki bencana tsunami tu, masih porak poranda Nampak no, jadi kesimpulan dalam pikiran ambo, indak ado manusia nan bisa malawan kekuatan alam…persiapan persiapan tu hanyo dapek maminimisasi sae nyoh. Alah baikhtiar sarahkanlah nasib ka Nan Maha Kuaso lai.
Hampia magrib kami turun dari ngalau indah pikumbuah manuju ka pasa pikumbuah mancari makan jo musajik, pass sudah makan urang azan di musajik jamiak pikumbuah di muko pasa heheh paruik kanyang sumbayang alah lo , maluncua wak lai manuju Baso….
Luruih lah jalan ka payo kumbuah, diujuang jalan sungai cubadak, mandaki arah ka baso pandakian dama..!, ndak lamo sampai di pasa baso, ndak singgah bagai doh langsuang masuak ka simpang canduang di kubang serang babelok ka suok maisi BBM heheheh di siko lai aman pasokan BBM lai ado binsin minumlah silupak ko kanyang kanyang..
Sasudah maisi minyak maluncua mambalah sanjo ka bukiktinggi, basiansua sajo , malewati koto hilalang, manurun saketek di lundang manyubarangi batang agam mandaki arah ka biaro, maluncua ka koto katiak handak manjalang tanjuang alam jo parik putuih, sampai lah silupak di garegeh, malalui simpang limo, marangkak manuju simpang by pass pass di anak aia babelok ka kida baranti sabanta di ALBA MART, manamui kanti heheh basobok jo da AL..maota sabanta heheh nan loly baru pulang santa ko no liau… jadih molah da taruihlah kami ka padang lai..
Maluncua lo si lupak manuju aua kuniang, taruih ka jambu aia, babelok arah ka padang lua, cigin sae lari silupak manuju padang panjang, manurun di silaiang tibo di lembah anai, mandaki bukik tambun tulang..! hehehe mancogok lah di kandang ampek, kayu tanam ndak bara lamo sampai di sicincin, malam batambah laruik juo, kok mato lah mulo padiah, sampai di buak aluang tapaso baranti manduduik kopi jalang sagalaeh..lai heheh .
Nan mato lah tabulalak baliak di racak sipupak lo liak, manuju katapiang, di fly over ka bandara tu babelok ka kida manuju by pass maantaan kanti si suluang.tapi ado lo nan ganjia Nampak di ateh jambatan layang fly over tu ..heheh rupono malam ko malam minggu mah, heheh banyak anak bujang bujang tangguang nan baranti diateh jambatan layang tun ,, pantang mancaliak jalan luruih.. lah siap siap ka pacu onda alias track gelap pareman bau kunik tun di sinan indak bahelm indak lo pakai pangaman di badan kok tasuliang langsuak sajo koit..!, kama no goah pulisi..kok di padia no sae nak urang tun pacu onda di jalana raya tun, lah sambuah korban nan tadanga, kok indak jaran jaran juo…
Di tinggaan pareman bau kunik tun di ateh jambatan fly over BIM manuju ka pasa baru maantaan kanti si sulung,sampai di rumah ibuk kost no lah mambukaan pintu paga, babaliaklah silupak manuju musajik kebenaran ( kekek biaso wak sabuik musajik kebetulan …! ) rupono lah di tunggu dek abak no di sinan , salapeh maantaan kanti si sulung taruih manuju tangah kota Padang, handak manjalang pinggia kota papiko lo liak.. sampai di papiko pasie jambak alah pukua sangah duo baleh malam…
Pajalanan panjang nan malelahkan, padang, solok, kota solok, sawahlunto, sijunjuang, tanah datar, batu sangka, limo puluah koto, kota payokumbuah, agam, kota bukik tinggi, kota padang panjang, pariaman, itulah 13 ( TIGO BALEH ) dati II nan di tampuah salamo sahari bapeneang..
Sampai di rumah takakah sae lalok sampai pagi…latiah..!

11 Februari 2011

Tempo doeloe, Padangpariaman Bernama Kabupaten Samudera

Awalnya, Kabupaten Kabupaten Padangpariaman,bernama Kabupaten Samudera. Sesuai Perkompem ( Peraturan Komisaris Pemerintah ) di Sumatera No 81/Kom/U/1948 tentang Pembagian Kabupaten di Sumatera Tengah yang terdiri dari sebelas kabupaten. Satu di antaranya Kabupaten Samudera dengan ibukotanya Pariaman.

Kabupaten Samudera memiliki wilayah administratif meliputi daerah kewedanaan Aiabangih ( Kini masuk Pasaman Barat ), Pariaman, Lubuakaluang, Padang Luar-Kota, Mentawai ( Kini Kabupaten Kepulauan Mentawai ) dan Nagari Tiku, Tanjuangmutiara ( Kini masuk kabupaten Agam ), Sasak dan Katiagan ( Kini masuk Pasaman Barat ). Kabupaten Samudera terdiri dari 17 wilayah ( gabungan nagari-nagari ).
Kemudian,delapan tahun kemudian, Kabupaten Padangpariaman dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956 tentang Pembentukan Daerah otonom Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Propinsi Sumatera Tengah.

Sebagai salah satu dari 14 Kabupaten di Sumatera Tengah, Kabupaten Padang/Pariaman dengan batas-batas sebagai yang dimaksud dalam pasal 1 dari Surat Ketetapan GubernurMiliter Sumatera Tengah tanggal 9 Nopember 1949 No. 10/G.M/S.T.G./49, dikurangi dengan daerah Kampung-Kampung Ulakkarang, Gunuang Pangilun, Marapalam, Teluakbayua, Subarang Padang dan Aiamanih dari kewedanaan Padang Kota.

Daerah itu, yang telah dimasukkan ke dalam daerah Kota Padang, sebagaimana dimaksud dalam Surat ketetapan Gubernur Kepala Daerah Propinsi Sumatera Tengah Tanggal 15 Agustus 1950 No. 65/G.P./50 Bupati Padangpariaman semasa Agresi Milter Belanda Tahun 1948 adalah Mr. BA. Murad.

Dalam proses waktu, Kabupaten Padangpariama memiliki dua catatan sejarah pemekaran. Pertama, Kepulauan Mentawai dimekarkan menjadi kabupaten dan kedua, berdirinya Kota Pariaman.

Kini, Kabupaten Padangpariaman memiliki 17 Kecamatan, 46 nagari dan 364 korong. Kecamatan yang paling banyak memiliki nagari adalah Kecamatan Nan Sabaris dan Kecamatan Anam Lingkuang yang mempunyai 5 (lima) nagari, sedangkan kecamatan yang paling sedikit memiliki nagari adalah Kecamatan Lubuakaluang da Kecamatan IV Koto Auamalintang yang hanya mempunyai satu nagari.

Sampai akhir tahun 2007, Kecamatan VII Koto Sungaisariak masih merupakan kecamatan yang memiliki korong terbanyak, yakni 41 korong, dan yang paling sedikit adalah kecamatan IV Koto Auammalintang, yakni lima korong.

Siapa sajakah yang pernah menjadi bupati Padangpariaman?

Bupati-Bupati Kabupaten Padang Pariaman
No Nama Periode Jabatan
1 Sutan Hidayat Syah 1945 – 1946
2 Ibrahim Datuk Pamuncak 1946 – 1947
3 BA. Murad 1947 – 1950
4 Said Rasyad 1950 – 1953
5 Taher Samad 1953 – 1956
6 Harun Al Rasyid 1956 – 1958
7 Na’azim Sutam Syarif 1958 – 1959
8 Raharjo 1959 – 1960
9 Syamsu Anwar 1960 – 1961
10 JB. Adam 1961 – 1966
11 Muhammad Noer 1966 – 1975
12 Prof. Drs. Harun Zein 1975
13 Muhammad Zein Chatib 1975 – 1980

14 Kol. Inf. H. Anas Malik 1980 – 1990

15 H. Zainal Bakar, SH 1990 – 1994
16 Ir. H. Nasrul Syahrun 1994 – 1999
17 Drs. Armyn AN 1999 – 2000
18 Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa 2000 – 2005
19 Drs. H. Muslim Kasim AK, MM Dt. Sinaro Basa 2005 – 2010
20 Drs. H. Ali Mukhni 2010-2015

sumber http://marawanews.com/2011/02/04/tempo-doeloe-padangpariaman-bernama-samudera.html

Kampuang nan Jauh dimato..

Loading...

Demi masa