05 November 2013

Maek nagari seribu menhir

Maek sebuah nagari tua di Minang kabau yang terletak lebih kurang 60km dari pusat Kota Payakumbuh.Daerah yang berupa lembah subur dan berpenduduk 14 ribu jiwa lebih. Mata pencarian utama penduduk bertani dan beternak. Daerah ini termasuk penghasil gambir di kabupaten Lima Puluh Kota.
Maek selain alam nan indah dan subur juga menyimpan sejarah peradaban kuno. Ribuan menhir atau batu mejan peninggalan zaman purba kala bertebaran di nagari maek ini. Menhir yang telah berumur ribuan tahun ini membuktikan bahwa negeri ini telah mengenal peradaban semenjak dahulu kala jauh sebelum zaman pra sejarah.
Negeri yang berada di ketinggian 260 m dari permukaan laut ini merupakan lembah subur yang di belah oleh sebuah sungai yang di namakan masyarakat sekitar dengan batang maek. Aliran sungai ini bermuara ke selat malaka, ini menambah bukti bahwa negeri ini terlebih dahulu di huni di Ranah minang ini.
Setiap jorong/dusun di daerah ini memiliki situs-situs menhir atau batu mejan. Dan sebuah bukit yang belobang dan menyerupai gapura menjadi ikon terpenting selain menhir di daerah ini. sebuah bukit yang di namai dengan bukik posuak (bukit tembus) oleh masyarakat daerah ini akan dapat kita lihat lansung di saat kita mulai memasuki nagari Maek ini.
Jika kita berkunjung ke daerah ini kita akan di suguhi pemandangan alam yang indah dan sejuk di pandang mata, walau sedikit menantang jalan yang akan kita tempuh. Sepanjang 6km lebih jalanan menurun dan berliku akan kita lalui.jalan yang menyisiri bukit barisan. Hutan dan lembah akan menyambut kehadiran kita di saat akan memasuki negeri seribu menhir ini.

Pemandangan di salah satu jorong di nagari Maek , tampak bukik Posuak di latar belakang.



Dari Atas bukit



Tidak ada komentar:

facebook

https://www.facebook.com/b.katiksulaiman